JAKARTA — Keringat masih membasahi wajah dr. Dolly R.D. Kaunang, SpJP, SpKP ketika ia menyelesaikan WHD Run dalam rangkaian peringatan World Heart Day 2026 di GBK Senayan, Jakarta, Minggu (27/9/2026). Napasnya masih berat, tetapi semangatnya justru menggebu ketika berbicara tentang pentingnya berolahraga.
“Kita harus melakukan latihan fisik. Latihan yang terukur, bukan hanya teratur,” kata Ketua Yayasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu.
Pesan tersebut terasa semakin kuat karena disampaikan bukan dari balik podium atau ruang seminar, melainkan sesaat setelah Dolly sendiri menyelesaikan latihan kebugaran fisik secara bersama-sama. Ia ingin menunjukkan bahwa ajakan untuk hidup aktif bukan sekadar pesan kesehatan, tetapi sesuatu ajakan yang perlu dijalani.
Menurut Dolly, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengetahui pentingnya olahraga. Masyarakat perlu mulai bergerak dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Namun, bergerak saja tidak cukup. Latihan fisik perlu dilakukan secara teratur sekaligus terukur agar manfaatnya terhadap kebugaran tubuh dapat dirasakan.
“Dengan latihan, tubuh kita akan semakin kuat dan semakin tahan terhadap berbagai risiko penyakit jantung,” kata Dolly.
Semangat itu ia bawa ke tengah masyarakat yang mengikuti rangkaian World Heart Day. Di tengah gaya hidup modern yang membuat banyak orang lebih banyak duduk dan kurang bergerak, kebiasaan aktif bergerak menjadi semakin penting. Persoalannya, menurut Dolly, bukan semata-mata kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi kemauan mengubah kebiasaan dan keputusan untuk mulai. “Perubahan itu harus dimulai dari keputusan kita sendiri untuk bergerak dan menjalani pola hidup yang lebih sehat,” ujarnya.
Latihan fisik seperti berjalan dan berlari, lanjut Dolly, dapat menjadi pilihan sederhana untuk membangun kebugaran. Jika dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan, latihan dapat membantu meningkatkan cardiovascular endurance atau daya tahan kardiovaskular.
Karena itu, Dolly berharap masyarakat tidak berhenti berolahraga setelah mengikuti World Heart Day. Kegiatan tersebut seharusnya menjadi pemantik untuk membawa kebiasaan bergerak ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulailah berubah. Manakala Anda sudah menyadari bahwa langkah ini merupakan langkah yang konkret dan baik untuk dilakukan, segera ubah kebiasaan. Mulailah dan jadwalkan aktivitas fisik secara rutin,” kata dia.
Bagi Dolly, perubahan kebiasaan juga dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga. Ajakan untuk hidup aktif akan lebih mudah tumbuh ketika dilakukan bersama dan menjadi bagian dari keseharian.
“Momentum ini menjadi pemantik bagi kita untuk berubah. Saya sendiri bahkan mengajak cucu saya untuk ikut,” ujarnya. “Harapannya, tahun depan kegiatan ini bisa diperbesar volumenya dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Tingkatkan terus,” kata Dolly. (ID)

