
Peringatan Hari Jantung Sedunia (Kamis, 28/9/2023), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia memusatkan serangkaian kegiatan di Gelora Bung Karno, Jakarta. Salah satu kegiatan tersebut adalah pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta, di antaranya dari para pengemudi Blue Bird dan petugas keamanan Sinar Prapanca.

Tenaga medis memberikan contoh cara melakukan BHD pada keadaan henti-jantung. Dengan melakukan praktik Bantuan Hidup Dasar secara langsung, diharapkan bahwa tindakan ini dapat berfungsi sebagai penambah motivasi, serta memberikan dorongan kepada semua individu untuk memahami dan melaksanakan BHD ketika ada kejadian henti-jantung di sekitar mereka. Dalam demonstrasi pelatihan BHD, peserta diberi kesempatan praktik melakukan sejumlah ketrampilan yang esensial dalam melakukan pertolongan pertama pada situasi gawat-jantung. Praktik tersebut meliputi : menilai kesadaran, mengecek denyut nadi, menentukan pernafasan, kompresi dada, dll Praktik di atas akan membantu peserta menjadi lebih percaya diri dalam merespons situasi darurat dan memberikan pertolongan yang dapat menyelamatkan nyawa.
Pada perayaan Hari Jantung Sedunia ini, mencakup penyuluhan kepada masyarakat umum mengenai perlunya menguasai BHD. Meningkatkan kesadaran bagi semua pihak yang menjadi orang pertama dalam menangani pasien yang mengalami henti-jantung dalam situasi nyata. Melakukan BHD kepada henti-jantung merupakan langkah pertama yang dapat dilakukan seseorang sambil menunggu bantuan medis tiba. Pengetahuan ini penting bagi masyarakat umum karena sangat berpotensi menyelamatkan nyawa. Pendidikan dan latihan yang tepat sangat bermanfaat dalam melaksanakan BHD dengan benar.
Seharusnya setiap individu memiliki pengetahuan mengenai BHD ini agar dapat memberikan pertolongan kepada orang lain yang tiba-tiba mengalami henti-jantung akibat serangan jantung. Penyebaran pengetahuan mengenai BHD kepada masyarakat diharapkan akan meningkatkan kesadaran tentang urgensi menangani henti-jantung.

